Sudah hari Senin lagi. Entah sudah berapa hari Senin yang terlewatkan dengan menganggur. Ya, usaha bengkel las yang mandeg. Bisa membuat pagar, tralus, kanopi dan lainnya yang berbahan baku besi. Tapi tidak bisa memasarkannya. Tahu akan hal itu, tidak serta merta memperbaiki dan belajar memasarkan tapi malah tutup mata.
Bermodalkan keuangan yang sempat baik dan lebih dari hasil bengkel ketika sedang ramai-ramainya orderan. Kami memutuskan untuk promil yang sebenarnya. Kenapa yang sebenarnya saya pakai? Ya karena menurut saya, promil kali ini sangat menguras emosi, tenaga, juga tabungan. Istri memilih Semarang sebagai tempat promil. Setelah yang pertama kami promil di kabupaten sendiri belum menemukan hasil. Istri mencoba ke Semarang dengan berpatokan dengan hasil dari saudara.
Kali ini adalah kontrol ketiga kalinya. Yang seharusnya dua minggu yang lalu, tapi karena tadi tabungan yang benar-benar terkuras dan bengkel mandeg. Baru nanti bisa kontrol lagi.
Ya, kami memutuskan untuk memulai promil lagi. Hasilnya, ada beberapa kendala di istri dan saya. Tapi lebih banyak kendala pada saya. Dengan pola hidup yang benar-benar tidak sehat, saya menyadari sebenarnya. Namun untuk memulai pola hidup sehat bukan semudah mengedipkan mata menurut saya. Tapi, setelah kontrol yang pertama, puji syukur sedikit demi sedikit pola hidup sehat wajib saya terapkan. Berat. Itu yang pertama kali saya rasakan.
Emmm, semua ini adalah usaha. Semoga hasilnya bisa membuat saya dan istri tersenyum bahagia dengan dua garis biru. Amin. ()
Tidak ada komentar:
Posting Komentar